Ilustrasi wawancara kerja (Foto: www.thetiquetteschool.com)

Para pencari kerja pastinya senang apabila menerima panggilan untuk wawancara setelah tak terhitung berapa banyak lamaran yang dikirimkan ke berbagai perusahaan, tak dapat dipungkiri bagi sebagian orang wawancara adalah bagian paling menegangkan dari proses melamar pekerjaan. 

Walau sepertinya persiapan sudah cukup matang sejumlah hal bisa saja menjadi salah pada hari “H”, dan sebagian besar juga bisa sukses dalam menghindari kesalahan yang sederhana.

Berikut ini adalah daftar beberapa hal yang menjadi perhatian paling umum sebelum dan selama wawancara berlangsung :

  1. Mencoba persiapan wawancara dengan berlatih

Mulai dari daftar pertanyaan wawancara umum, tentang pendidikan, keluarga, menceritakan pengalaman langsung didepan cermin. Berlatihlah terus menerus sampai anda merasa mengalir dan nyaman melihat pantulan sosok diri anda ketika berbicara. Saat ini sudah ada beberapa platform sosial media yang menyediakan konten khusus untuk simulasi dalam wawancara.

Walau tidak menggambarkan suasana sesungguhnya, namun tidak ada yang menyangkal bahwa “practice make perfect”, dan itu juga alasan mengapa setiap pembalap moto gp diberikan sesi khusus melahap dan mempelajari setiap lekuk track dalam latihan sebelum berlomba keesokan harinya di sirkuit yang sama.

  1. Menulusuri perusahaan yang dituju

Pewawancara mengharapkan kandidat untuk menghabiskan waktu mencari tahu dan membaca tentang perusahaan mereka sebelum pertemuan. Dalami perusahaan yang memanggil anda sebelum wawancara agar benar-benar mengetahui apa yang dilakukan perusahaan dan siapa pesaing mereka.

Jika Anda belum meluangkan waktu untuk meninjau situs web perusahaan dan memahami untuk apa mereka merekrut, maka akan mengurangi peluang Anda untuk berhasil melalui proses wawancara.

  1. Memiliki tujuan jelas tentang wawancara yang akan dihadapi

Siapkan deskripsi pekerjaan yang telah anda jalani sebelumnya sehingga anda dapat memanfaatkan pengalaman, bakat, dan kemampuan anda untuk terhubung dengan kebutuhan perusahaan dan dalami kecocokan kelebihan anda dengan posisi yang akan dituju.

  1. Berpakaian yang sesuai pada saat wawancara

Cara berpakaian anda yang yang sesuai dengan posisi yang anda tuju cukup menjadi perhatian pewawancara dan diperhitungkan. Ingat bahwa segala sesuatu mulai dari penampilan, aroma anda, nada suara anda, perilaku anda akan berkontribusi pada kesan (positif atau negatif) yang anda buat. 

Ketika anda merasa ada yang salah dalam cara berpakaian atau terganggu dengan aroma anda sendiri karena berkeringat menerjang kemacetan, seketika itu juga konsentrasi anda akan pudar.

  1. Jadilah diri sendiri

Jangan berpura-pura memahami pertanyaan atau pemikiran apabila anda tidak tahu jawabannya sebenarya, katakan sesuai kapasitas anda, santai dan jadilah dirimu sendiri. Banyaknya influencer yang memberikan contoh jawaban pertanyaan wawancara bukan berarti anda harus mengikuti jawaban tersebut 100%.

Ini bukan hafalan akad nikah (bagi muslim) yang menentukan sah atau tidaknya ijab kabul, ini juga bukan 5 sila dalam PANCASILA yang wajib sama persis seperti yang ditulis, namun jadilah diri sendiri dan jujur!

  1. Mendengarkan pewawancara dengan seksama

Fokus pada pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara dan jangan mencoba mengantisipasi pertanyaan berikutnya yang hanya akan membuat anda tidak fokus. Tidak masalah untuk menjeda dan mengumpulkan pemikiran anda sebelum menjawab pertanyaan.

Fokus satu persatu dan biarkan mengalir serta nikmati prosesnya. Dengan menikmati proses ini perlahan jam terbang anda akan meningkat dan memudahkan anda dalam menjawab pertanyaan di sesi berikutnya.

  1. Rincian yang cukup saat menjawab pertanyaan kasus
  2. Pertanyaan kasus, pertanyaan teknis atau dalam menyelesaikan permasalahan teknis, luangkan waktu untuk “membicarakan” proses pemikiran anda. Pewawancara jauh lebih tertarik untuk melihat bagaimana pemikiran anda mulai bekerja dan bagaimana pewawancara mulai menginterupsi dengan jenis pertanyaan dan jenis masalah tertentu ditengah rincian penjelasan yang sedang anda sampaikan.

    Keseruan dalam pembahasan kasus tidak ada penilaian benar atau salah, namun hidupnya sebuah topik menjadi nilai tambah bagi anda dimata pewawancara.

    1. Antusias !

    Pertahankan kontak mata, sambut pewawancara dengan senyum dan jabat tangan yang kuat (tidak terlalu lemah, tidak terlalu kuat), dan tunjukkan sopan santun yang sama. Jangan takut untuk menunjukkan ketertarikan anda untuk posisi yang dituju.

    Karena ini momen unik dalam menyamakan chemistry antara anda dengan pewawancara karena berujung kenyamanan dalam proses wawancara yang sedang dijalani kedua belah pihak.

    1. Memasarkan diri anda dengan baik

    Dengan mendefinisikan diri anda seperti apa yang membuat anda berbeda dari yang lain? ketahui kekuatan dan prestasi utama anda saat berhubungan dengan pekerjaan yang anda lamar akan menjadi nilai lebih. Semakin dalam dan detail pertanyaan dari pewawancara menunjukan ketertarikan untuk mendalami peran anda lebih jauh dipengalaman sebelumnya, gunakan momen tersebut untuk memasarkan diri anda dengan sepatutnya dan tidak berlebihan.

    Pewawancara dapat menilai apakah anda berlebihan atau tidak dalam menilai diri anda sendiri lewat tutur cerita yang anda bangun.

    1. Ajukan pertanyaan yang bermakna

    Kebiasan pewawancara sebelum menutup sesi tersebut adalah dengan memberikan kesempatan anda untuk bertanya, gunakan kesempatan tersebut sebaik – baiknya untuk mengajukan pertanyaan pamungkas seperti contoh berikut ini :

    1. Apakah posisi yang sedang dibutuhkan saat ini adalah posisi baru atau menggantikan orang lain ?
    2. Apa ada hal khusus yang diharapkan oleh perusahaan atau calon atasan saya selain kemampuan tekhnis dalam pekerjaan ?
    3. Saya orang yang siap ditempatkan ke cabang perusahaan dimanapun berada. Apakah diposisi ini akan sering/jarang dinas keluar kota atau bahkan mutasi keluar kota ?

    Tujuannya adalah meninggalkan kesan positif dengan pewawancara sebagai catatan, karena pertanyaan tersebut mungkin tidak berhasil dijawab saat itu oleh pewawancara.

    Ketika pertanyaan bermakna anda tercatat atau tidak terjawab anda telah memiliki kesan tersendiri dibandingkan kandidat yang lain.

    Wawancara adalah pertukaran informasi, dan jika anda tidak datang dengan pertanyaan bermakna kepada pewawancara hal itu menunjukkan bahwa anda kurang mempersiapkan dengan baik sesi wawancara yang diperebutkan oleh banyak kandidat ini.

    Daftar diatas mungkin saja tidak pernah kita sadari lakukan atau memang belum pernah dlakukan pada saat proses wawancara berlangsung. Apabila anda pernah mengalami 1 atau 2 kesalahan adalah hal yang wajar namun jangan lupa menonjolkan kelebihan dan kesan baik anda selama wawancara berlangsung agar kesalahan – kesalahan yang anda lakukan pada saat wawancara akan tertutupi dengan kesan positif yang sampai ke pewawancara.

    Semoga berhasil, selalu berdoa dan sedekah agar dimudahkan jalannya rezeki anda !

    Salam,

     

    Redaksi MultiSolusi