Pola Asuh Yang Tepat Untuk Anak Sejak Dini

IniKarir.com- Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi seorang anak, pondasi yang kuat dibangun sejak dini. Ketahuilah kebutuhan anak tentunya sangatlah beragam. Mulai dari kebutuhan secara materi maupun kebutuhan disayangi. Seperti yang kita ketahui bahwa anak mempunyai kemampuan mengingat yang cukup tajam, kemampuan meniru yang sangat hebat. Sebagai orangtua, anda harus berhati-hati dalam berucap dan bertingkah laku, jangan mengira bahwa seorang anak tidak mengerti apa yang sedang dilakukan dan dibicarakan oleh orang dewasa. Tentu sebenarnya seorang anak dapat menjadi observer yang sangat luar biasa. Hindarilah kebiasaan memarahi, membentak dan melakukan semua perilaku negatif di depan anak, jika anak anda sudah meniru kebiasaan buruk anda dan orang-orang disekelilingnya, hal itu akan menjadi senjata anak kita diberikan nasihat oleh anda sebagai orangtua. Biasanya dari situlah timbul pertengkaran atau perdebatan antara anak dan orangtua. Hal ini akan menimbulkan hubungan dan komunikasi yang kurang erat antara anak dan orangtua, jangan sampai anda kurang tepat menerapkan pola asuh pada anak sejak dini, lalu bagaimanakah pola asuh yang tepat untuk anak sejak dini ?

Pola Asuh Otoriter

Orangtua dengan tipe pola asuh ini biasanya cenderung membatasi dan menghukum. secara otoriter mendesak anak untuk mengikuti perintah dan menghormati mereka.  Orangtua dengan pola ini sangat ketat dalam memberikan batasan dan kendali yang tegas terhadapat anak-anak serta komunikasi verbal yang dilakukan juga hanya satu arah. Pola asuh seperti ini dapat membuat sifat anak menjadi lebih keras dan akan melawan nasihat dari orang-orang yang lebih dewasa, atau jika anak anda adalah anak yang pendiam, anak anda akan menjadi anak yang pemurung dan pendendam.


Pola Asuh Permisif

Tidak ada orangtua yang tidak menyayangi anaknya, namun terkadang hal ini disalahgunakan oleh orangtua. Karena terlalu sayang dengan sang anak, maka apapun yang dibutuhkan selalu dipenuhi dan dituruti oleh orangtua. Anak akan terbiasa terpenuhi kehidupan dan kebutuhannya, terbiasa mendapatkan apa yang diinginkan sehingga kurang mempunyai daya juang dalam mendapatkan sesuatu. Nantinya seorang anak yang sudah terbiasa dengan pola asuh permisif, anak menjadi manja, bahkan bisa saja marah ketika hal yang diinginkan tidak dapat dipenuhi. Ketika sudah seperti ini, orangtua akan kewalahan dalam mengasuh anak, sebab sudah terbiasa dan terbentuk sikapnya sejak kecil.


Pola Asuh Demokratis

Pola pengasuhan dengan gaya otoritatif bersifat positif dan mendorong anak-anak untuk mandiri, namun orangtua tetap menempatkan batas-batas dan kendali atas tindakan mereka. Orangtua tipe ini juga memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan, serta pendekatan yang dilakukan orangtua ke anak juga bersifat hangat. Komunikasi yang dilakukan oleh orangtua pun secara dua arah, tidak hanya mengikuti pendapat dari dirinya sendiri, namun juga menanyakan pendapat dari sang anak. Disitu anak akan merasa bahwa dirinya turut serta diberikan kesempatan untuk berpendapat.