Pengenalan OJK

Respon OJK dalam Mendukung Konsumen saat Pandemi Covid-19 dan Menghindari Investasi Ilegal

Odoo • Image and Text

Apa itu Otoritas Jasa Keuangan?    

UU NO. 21 TAHUN 2011 TENTANG OJK

       OJK merupakan lembaga independen yang memiliki kewenangan untuk mengatur, mengawasi, dan melindungi  sektor jasa keuangan, meliputi sektor Perbankan, Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-Bank  (Lembaga Pembiayaan/Leasing, Pergadaian, Perasuransian, Dana Pensiun, P2P Lending, dsb.

    Tujuan dibentuk:
    Mampu mewujudkan sistem  keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil. 


    Perlindungan Konsumen OJK: 



    PERBANKAN 

    Definisi Bank

    Bank adalah  Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat  dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat 

    dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka  meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

    [Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan]



    Bijak Berinvestasi dengan: 
    Menghindari Investasi
    Ilegal 

    Ciri Ciri Investasi Ilegal 

    1.  Menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat

    2.  Menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru “member get member”
    3.  Memanfaatkan tokoh masyarakat / tokoh agama / Public Figure untuk menarik minat berinvestasi
    4.  Klaim Tanpa Risiko (free risk)

    5.  Legalitas tidak jelas

         - Tidak memiliki izin.
         - Memiliki izin kelembagaan tapi tidak punya izin usaha.
         - Memiliki izin kelembagaan dan izin usaha namun melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izinnya.


    Contoh Laporan Masyarakat Terkait Investasi Ilegal    

    1. Terdapat prakti penghimpunan dana dari masyarakat melalui website dengan tata cara berinvestasi sebagai  berikut :

                         • Calon nasabah (investor) menyetorkan uang sebagai investasi minimal Rp 100.000 (seratus ribu) - maksimal  Rp 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) ke Rekening                                    pengelola laman website.
                         • Pengelola menyediakan No. Rek investor untuk menampung laba/profit.
                         • Pihak investor memperoleh Rp 500 (lima ratus rupiah) tiap jam dari investasi sebesar Rp 500.000 (lima  ratus ribu rupiah).
                         • Keuntungan/profit yang didapat investor, akan dimasukkan ke rekening investor (rekening penampung).

                         Pengelola menyampaikan informasi pada laman website bahwa sampai saat ini, dan yang sudah terkumpul (sudah berlangsung 45 hari sejak diluncurkan) sudah                                       mencapai Rp. 700.000.000 (tujuh ratus juta rupiah). 

                    2. Terdapat tawaran dari sebuah komunitas, MMM = Manusia Membantu Manusia.
    Sebuah komunitas dimana semua anggotanya saling membantu satu sama lainnya.
    Jika memberikan bantuan Rp 10jt hari ini maka 1bln kemudian bisa meminta / mendapatkan bantuan  sebesar R 13jt.
    Kesimpulannya Uang 100% akan menjadi 130% dlm tempo 1 bln.


    UPAYA YANG DILAKUKAN 
     13 (tiga belas) Kementerian / Lembaga Anggota SWI

    1.

    Otoritas Jasa Keuangan*

    8.

    Kementerian Dalam Negeri RI

    2.

    Kementerian Perdagangan RI

    9.

    Kementerian Agama RI

    3.

    Kementerian Koperasi dan UKM RI

    10.

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

    4.

    Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

    11.

    Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI

    5.

    Kepolisian RI

    12.

    Bank Indonesia

    6.

    Kejaksaan RI

    13.

    Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan

    7.

    Badan Koordinasi Penanaman Modal



      
     Satgas  Waspada  Investasi  merupakan  forum  koordinasi  antar  13       Kementerian/Lembagdan  tidak  melakukan  prosepenegakan    hukum. 

    §OJK bertindak sebagai Ketua dan Sekretariat Satgas Waspada Investasi yang tugasnya:
    1. Mengkoordinir pelaksanaan tugas sesuai kewenangan masing-masing instansi.
                      2. Memberikan upaya perlindungan konsumen dan masyarakat serta mengkomunikasikan                         penanganan dengan instansi terkait

    TIPS BERINVESTASI


    Pastikan produk terdaftar dan diawasi oleh OJK (2L = Legal,  Logis) www.ojk.go.id
    Kenali profil risiko diri : Konservatif, Moderat atau Agresif
    Pahami dan pelajari instrumen investasi yang akan dipilih
    Hindari pola pikir ”ingin cepat kaya”, jangan terburu-buru  mengambil keputusan, jangan ikut-ikutan
    Cek dan ricek, imbal hasil investasi yang wajar
     

    ~Semoga Bermanfaat~